Operasi Katarak Gratis Samarinda 30 Juni 2012

SAMARINDA. Untuk kedua kalinya di tahun ini, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Samarinda kembali akan menggelar kegiatan sosial berupa Operasi Katarak gratis. Kali ini juga tetap bekerja sama dengan Balai Kesehatan Mata dan Olahraga Masyarakat (BKMOM) Kaltim.
Kegiatan ini akan dilaksanakan Sabtu (30/6) mendatang, dan dipusatkan di Gedung Yong Jing HK di Jl Cut Meutia.
Kepala DKK Samarinda, drg Nina Endang Rahayu menuturkan, seperti pelaksanaan sebelumnya, aksi sosial ini digelar gratis karena adanya sponsor.
Kegiatan ini memiliki target untuk mengoperasi seratus orang. Namun tak menutup kemungkinan akan ditambah lagi, jika memang waktu dan peralatan serta penunjang medisnya memungkinkan.
“Kegiatan seperti ini sangat berguna untuk masyarakat, karena dengan adanya CSR (Corporate Social Responsibility, Red), masyarakat sangat terbantu. Hal ini bisa dilihat dari operasi katarak yang kita lakukan beberapa waktu lalu. Ternyata begitu banyak masyarakat Samarinda yang buta katarak yang memerlukan untuk dioperasi,” katanya.
Nina berharap kegiatan ini dapat tepat sasaran. Artinya diperuntukkan bagi warga Samarinda yang tidak mampu.
Dijelaskannya juga, pendaftaran untuk operasi katarak gratis ini sudah dibuka sejak beberapa hari yang lalu. Hingga kemarin sudah ada sekitar 40 orang yang mendaftar.
Pendaftaran bisa dilakukan di Puskesmas terdekat maupun yang datang langsung ke Kantor DKK Samarinda di Jl Milono, Kelurahan Bugis.
“Kami berharap masyarakat yang menderita buta katarak, dapat memanfaatkan adanya kegiatan ini. Karena dalam prosesnya nanti, sebelum hingga sesudah operasi pasien akan dikontrol oleh dokter mata yang menanganinya yang disiapkan oleh BKMOM,” jelasnya.
Secara terpisah, Kepala BKMOM Kaltim, dr Parmono menyatakan kegiatan kali ini tidak jauh berbeda dari yang sebelumnya. Hanya saja kali ini pihaknya juga akan menyiapkan tiga dokter spesialis mata untuk melakukan operasi.
Baik untuk melakukan pemeriksaan sebelum maupun sesudah dilakukannya operasi.
“Sebelum dioperasi, pasien akan dilakukan pemeriksaan dan pengobatan atau diberi terlebih dahulu. Jika memang kataraknya itu parah, maka akan dilakukan operasi. Tapi jika katarak itu masih gejala, maka akan diberi obat untuk menyembuhkannya,” terangnya.
Usai operasi pun menurutnya, pasien tak akan dilepaskan begitu saja, tapi wajib kontrol setelah beberapa hari dilakukan operasi.

Sumber

Iklan