Operasi Katarak Gratis 31 Mei-3 Juni di Raja Ampat, Papua

KBRN, Jakarta : Kemiskinan di perkotaan menyebabkan banyak warga tidak bisa memenuhi kebutuhan mendasar mereka. Salah satunya tidak bisa melaksanakan khitanan yang merupakan satu ritual keagamaan yang penting bagi kesehatan.

“Kerjasama antara KPDT dengan Fatayat NU dan PT Pegadaian (Persero) sebelumnya dilakukan di beberapa titik di daerah tertinggal, karena itu kini kami mengupayakan memberikan bantuan bagi masyarakat perkotaan melalui kegiatan khitanan massal ini,” kata Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini saat meninjau kegiatan di Kantor Kementerian dan Transmigrasi, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (6/5).

Kegiatan khitanan massal ini diikuti oleh 500 anak-anak dari keluarga tidak mampu, anak-anak jalanan dan anak-anak buruh dari seluruh wilayah di Jakarta. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun Fatayat NU ke-62.

“Selain khitanan massal pada hari ini, juga akan dilaksanakan operasi katarak gratis di Sampang, Madura, pada 18 Mei dan 31 Mei-3 Juni di Raja Ampat, Papua,” tambah Helmy.

Sementara itu, Ketua Umum PP Fatayat NU Dra. Hj.Ida Fauziah dalam sambutannya mengatakan kegiatan aksi kesehatan merupakan dukungan terhadap upaya pembangunan kesehatan.

“Fatayat NU juga terus mendukung pembangunan-pembangunan perempuan di daerah tertinggal, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah tertinggal,” papar Ida.

Kusjiman (46th) yang sehari-hari bekerja di bengkel kecil di wilayah Pegadegan, Jakarta Selatan itu mengaku cukup terbantu dengan adanya kegiatan khitanan massal ini.

“Anak saya, Gilang (8th) sudah minta di khitan dari kemarin-kemarin tapi karna biayanya cukup mahal, belum sempat terlaksana. Untungnya ada kegiatan ini,” ungkap Kusjiman.