Operasi Bibir Sumbing Gratis Nanga Pinoh Kalimantan Barat

NANGA PINOH–Setelah berhasil menjadi tempat penyelenggaraan operasi katarak gratis, kini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Melawi kembali merencanakan kegiatan operasi sumbing pada bibir maupun langit-langit secara gratis. Untuk itu, RSUD akan menggandeng dokter spesialis bedah untuk melaksanakan kegiatan itu.

“Kita sudah minta kepada kepala desa dan camat di Melawi untuk mendata penderita bibir sumbing. Karena kita berencana melakukan operasi bibir sumbing di Melawi ini secara gratis,” kata Direktur RSUD Melawi, dr Tanjung Harapan, ditemui belum lama ini.  Dijelaskannya, pelaksanan bibir sumbing ini akan terlaksana bila ada penderitanya. Paling tidak ada sekitar 50 penderita. Oleh sebab itu, dia pun meminta agar camat dan kepala desa se Kabupaten Melawi untuk melakukan pendataan penderita di daerah masing-masing.

Warga pun juga diminta untuk memberi informasi, baik ke camat dan kepala desa maupun langsung pada RSUD Melawi. Bila ada tetangga atau keluarga yang menderita bibir sumbing bisa diinformasikan.  “Beberapa kali pertemuan dengan camat dan kepala desa, kita juga sudah meminta pada mereka untuk melakukan pendataan penderita bibir sumbing. Sebab, ini pengobatan massal yang memerlukan penderita dalam jumlah banyak,” ujarnya.

Meski masih belum menetapkan waktu pelaksanaan, namun lanjut Tanjung, segala persiapan sudah dimulai. Salah satunya dengan menghubungi pihak persatuan dokter yang menangi bibir sumbing ini. “Kita akan bekerjasama dengan dokter ahli bedah plastik untuk menyelenggarakan operasi bibir sumbing ini. Bila data penderita bibir sumbing sudah ada, bisa saja tahun ini dilaksanakan,” ujarnya.

Tujuan kegiatan operasi sumbing pada bibir maupun langit-langit secara gratis ini, menurut dia, untuk mengurangi beban masyarakat kurang mampu yang memiliki anak atau keluarga yang menderita bibir sumbing. Selain itu, lanjutnya, mayoritas penderita bibir sumbing sering merasa malu ketika bergaul dengan teman sebayanya, terutama anak yang masih berusia remaja. “Setelah dioperasi, diharapkan mereka memiliki kepercayaan diri yang lebih besar dan mampu menggali potensi pada dirinya,” ujarnya.

Ia mengatakan, kegiatan baksi sosial ini rencananya digelar bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait seperti dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan dari kecamatan hingga desa. Dengan adanya kegiatan baksi sosial tersebut, Tanjung berharap, bisa dikembangkan oleh pihak lain, karena dimungkinkan masih banyak penderita serupa yang belum tertangani.
 
Sumber.

Iklan